Ketersediaan berbagai bahan baku energi alternatif tidak sesuai dengan kebutuhan energi yang diperlukan oleh masyarakat Indonesia.
Deputi Badan Teknologi Nuklir Nasional (Batan) Taswanda
Taryo menyatakan, sumber energi terbarukan yang sesuai untuk mengatasi
persoalan krisis energi di Indonesia adalah nuklir.
"Kita krisis energi. Pada 2025, kita kekurangan listrik
hingga 5000 megawatt. Sumber energi alternatif lain, seperti geotermal dan
biomassa itu jumlahnya kecil. Tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik
tadi. Mau tidak mau harus nuklir. Pilihan yang tidak bisa dihindari," kata
Taswanda di Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) Thamrin, Jakarta
Pusat. Seperti dikutip dalam Okezone.com,
RABU (15/10).
Menurut Taswanda, Indonesia memiliki potensi besar untuk
membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) karena keberadaan uranium
yang cukup besar. Khususnya di daerah Kalimantan, Sumatera, maupun Indonesia
bagian timur, seperti Papua dan Sumbawa. (id/oc)

0 komentar:
Post a Comment