LokaTekno -- Rumor yang beredar
menyebutkan bahwa Microsoft akan meluncurkan smartwatch terbarunya dalam pekan
ini untuk mengejar ketertinggalan dengan para pesaingnya terutama Apple dalam
menciptakan jam tangan pintar.
“Microsoft berharap dengan smartwatch ini dapat mengulang kesuksesan seperti
saat menciptakan Xbox-esque,” kata ketua editor wareable.com, Paul Lamkin,
dikutip dari Ndtv, seperti dikutip dalam Analisadaily.com,
Selasa (21/10).
Keadaan ini sama seperti persaingan antara Citizen, Timex dan Fossil dengan
produk andalannya masing-masing dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Begitu
juga dengan persaingan antara Apple dan Microsoft,” katanya lagi.
Rencananya Microsoft ingin mengalahkan Apple dengan jam yang dapat mengukur
detak jantung dan baterainya bisa bertahan selama dua hari ini. Microsoft
dinilai memiliki pengalaman yang lebih dibandingkan Apple dalam bidang ini.
Sayangnya, Microsoft belum memberi bocoran mengenai nama dari produk terbarunya
tersebut. (ws/ad)
========================================================================
INFO LAIN
Microsoft dilaporkan bakal merilis perangkat wearable dalam beberapa pekan ke depan. Perangkat pintar besutan Microsoft itu berupa jam tangan pintar, sama seperti wearable yang diperkenalkan Apple, Samsung, Sony dan lainnya.
Bedanya, perangkat wearable Microsoft itu menonjolkan fungsi pelacakan tingkat detak jantung serta berjalan di berbagai platfrom sistem operasi mobile. Melansir Forbes, Senin 20 Oktober 2014, perangkat wearable Microsoft ini dikatakan bakal menyaingi Galaxy Gear dan Moto 360.
Perangkat wearable Microsoft disebutkan akan hadir di toko-toko setelah peluncuran perangkat. Sebelumnya, rilis Microsoft atas perangkat wearable sudah diprediksi sebelumnya. Pada Mei lalum telah berhembus kabar Microsoft mengerjakan jam tangan pintar yang dikerjakan insinyur divisi Kinect perusahaan. Saat itu disebutkan perangkat wearable itu akan bisa tersinkronisasi dengan iPhone, Android dan Windows Phone.
CEO Microsoft, Satya Nadella sebelumnya mengatakan perangkat wearable merupakan kategori produk baru yang dikenalkan perusahaan. Keputusan Microsoft merilis perangkat wearable lintas plaform sejalan dengan strategi CEO baru itu. Sebelumnya, perusahaan besutan Bill Gates ini sudah membuka ke semua plaform dengan merilis Microsoft Office untuk iPad pada Maret lalu. Office tak hanya berjalan di platform Windows saja.
Kebijakan ini dilihat memang akan makin menyurutkan pangsa pasar Windows Phone. Sebab menurut riset perusahaan IT global, IDC, pangsa Windows Phone saat ini hanya 2,5 persen dari pasar ponsel pintar global. Namun di balik itu, keputusan Microsoft merilis produk wearable lintas platform juga bisa mengambil pangsa jam tangan pintar Apple, iWatch, yang akan berjalan pada platform iOS saja dan baru dirilis pada awal tahun depan.
Perangkat wearable Microsoft juga memiliki kekuatan pada sisi daya tahan baterai. Disebutkan produk kategori baru itu akan mampu berjalan dalam dua hari. Problem baterai telah menjadi perhatian pengguna ponsel pintar maupun perangkat wearable.
Produk kategori baru itu menjadi ujian Microsoft untuk membuktikan sejauh mana bisnis masa depan perangkat pelacak kesehatan. Pangsa pasar perangkat wearable memang belum matang, meski sudah bermunculan pemain dalam kategori baru itu. Pasar wearable diperkirakan bernilai US$7,1 miliar pada 2015.
Bedanya, perangkat wearable Microsoft itu menonjolkan fungsi pelacakan tingkat detak jantung serta berjalan di berbagai platfrom sistem operasi mobile. Melansir Forbes, Senin 20 Oktober 2014, perangkat wearable Microsoft ini dikatakan bakal menyaingi Galaxy Gear dan Moto 360.
Perangkat wearable Microsoft disebutkan akan hadir di toko-toko setelah peluncuran perangkat. Sebelumnya, rilis Microsoft atas perangkat wearable sudah diprediksi sebelumnya. Pada Mei lalum telah berhembus kabar Microsoft mengerjakan jam tangan pintar yang dikerjakan insinyur divisi Kinect perusahaan. Saat itu disebutkan perangkat wearable itu akan bisa tersinkronisasi dengan iPhone, Android dan Windows Phone.
CEO Microsoft, Satya Nadella sebelumnya mengatakan perangkat wearable merupakan kategori produk baru yang dikenalkan perusahaan. Keputusan Microsoft merilis perangkat wearable lintas plaform sejalan dengan strategi CEO baru itu. Sebelumnya, perusahaan besutan Bill Gates ini sudah membuka ke semua plaform dengan merilis Microsoft Office untuk iPad pada Maret lalu. Office tak hanya berjalan di platform Windows saja.
Kebijakan ini dilihat memang akan makin menyurutkan pangsa pasar Windows Phone. Sebab menurut riset perusahaan IT global, IDC, pangsa Windows Phone saat ini hanya 2,5 persen dari pasar ponsel pintar global. Namun di balik itu, keputusan Microsoft merilis produk wearable lintas platform juga bisa mengambil pangsa jam tangan pintar Apple, iWatch, yang akan berjalan pada platform iOS saja dan baru dirilis pada awal tahun depan.
Perangkat wearable Microsoft juga memiliki kekuatan pada sisi daya tahan baterai. Disebutkan produk kategori baru itu akan mampu berjalan dalam dua hari. Problem baterai telah menjadi perhatian pengguna ponsel pintar maupun perangkat wearable.
Produk kategori baru itu menjadi ujian Microsoft untuk membuktikan sejauh mana bisnis masa depan perangkat pelacak kesehatan. Pangsa pasar perangkat wearable memang belum matang, meski sudah bermunculan pemain dalam kategori baru itu. Pasar wearable diperkirakan bernilai US$7,1 miliar pada 2015.

thankssssssss
ReplyDelete