LokaTekno – MRI adalah prosedur diagnostik mutakhir untuk memeriksa dan mendeteksi
kelainan organ di dalam tubuh dengan menggunakan medan magnet dan
gelombang frekuensi radio tanpa radiasi sinar X atau bahan radioaktif.
Pembuatan teknologi Magnetic Resonance Imaging (MRI) penting untuk menggambarkan molekul tunggal. Penggambaran molekul tunggal pada akhirnya akan berdampak pada pemetaan struktrur protein di tubuh manusia, sebuah kemampuan yang jika digunakan dengan baik dapat membantu proses penciptaan obat bagi penyakit.
Supaya mampu memetakan struktur protein tubuh manusia, peneliti membutuhkan MRI berteknologi resolusi tinggi. Bagaimana menciptakannya?. Tim peneliti dari Laboratory for Solid State Physics di ETH Zurich Switzerland menjelaskan hal tersebut. Melansir dari Sciencealert, Kamis (23/10), tim peneliti mengganti kumparan elektromagnetis yang digunakan di dalam teknologi MRI rumah sakit.
Untuk mengganti kumparan, peneliti menggunakan sensor chip berlian untuk mengukur kadar magnet atom. Chip tersebut tertanam di dalam mikroskop cahaya putih, sehingga mampu menunjukan hasil dalam skala optik. Sensor chip yang digunakan mengandung berlian yang sengaja dihilangkan dua atom karbonnya. Lalu, satu atom yang hilang diisi dengan atom nitrogen.
Supaya mampu memetakan struktur protein tubuh manusia, peneliti membutuhkan MRI berteknologi resolusi tinggi. Bagaimana menciptakannya?. Tim peneliti dari Laboratory for Solid State Physics di ETH Zurich Switzerland menjelaskan hal tersebut. Melansir dari Sciencealert, Kamis (23/10), tim peneliti mengganti kumparan elektromagnetis yang digunakan di dalam teknologi MRI rumah sakit.
Untuk mengganti kumparan, peneliti menggunakan sensor chip berlian untuk mengukur kadar magnet atom. Chip tersebut tertanam di dalam mikroskop cahaya putih, sehingga mampu menunjukan hasil dalam skala optik. Sensor chip yang digunakan mengandung berlian yang sengaja dihilangkan dua atom karbonnya. Lalu, satu atom yang hilang diisi dengan atom nitrogen.
Dengan cara tersebut menghasilkan berlian beratom nitrogen dan tanpa atom (kosong) di tengahnya. Hal ini dimaksudkan agar peneliti mampu mengukur perubahan medan magnetis yang sangat kecil, seperti dikutip dalam Okezone.com, Jumat (24/10).
=======================================================================
INFO LAIN
MRI 1.5 Tesla merupakan MRI berkekuatan daya magnetik tinggi yang dapat menghasilkan gambar yang lebih tajam, irisan yang lebih tipis sehingga perbedaan komponen jaringan lunak lebih jelas dan informasi lokasi kelainan lebih tepat.
MRI 1.5 Tesla merupakan MRI berkekuatan daya magnetik tinggi yang dapat menghasilkan gambar yang lebih tajam, irisan yang lebih tipis sehingga perbedaan komponen jaringan lunak lebih jelas dan informasi lokasi kelainan lebih tepat.
Pemeriksaan MRI dapat digunakan untuk menilai :
- Kelainan pada jaringan lunak seperti otak dan sumsum tulang belakang
- Kepala, leher dan tulang belakang
- Rongga dada dan rongga perut (hati, ginjal, pankreas, dll)
- Musculoskeletal (otot dan tulang)
Keunggulan MRI :
Pemeriksaan MRI tesla tinggi dapat membantu dokter untuk melakukan diagnosa lebih cepat dan pasti. Pemeriksaan MRI ini dapat memberikan lebih banyak informasi sehingga dokter dapat melakukan intervensi/ pengobatan lebih awal secara optimal dan kemungkinan keberhasilan pengobatan menjadi lebih tinggi. Waktu pemeriksaan MRI 1.5 Tesla antara 30 menit sampai 45 menit. Lebih cepat dibandingkan dengan MRI Tesla rendah yang membutuhkan waktu pemeriksaan antara 60 – 90 me


0 komentar:
Post a Comment